Rabu, 16 Februari 2011

Sistem Ekonomi Indonesia

SISTEM EKONOMI INDONESIA



I.PENDAHULUAN
Dalam perkembangan globalisasi seperti kita saksikan saat ini ternyata tidak makin mudah menyajikan pemahaman tentang adanya sistem ekonomi Indonesia. Kaum akademisi Indonesia terkesan makin mengagumi globalisasi yang membawa perangai “kemenangan” sistem kapitalisme Barat. Sikap kaum akademisi semacam ini ternyata membawa pengaruh besar terhadap sikap kaum elit politik muda Indonesia, yang mudah menjadi ambivalen terhadap sistem ekonomi Indonesia dan ideologi kerakyatan yang melandasinya.

Pemahaman akan sistem ekonomi Indonesia bahkan mengalami suatu pendangkalan tatkala sistem komunisme Uni Soviet dan Eropa Timur dinyatakan runtuh. Kemudian dari situ ditarik kesimpulan kelewat sederhana bahwa sistem kapitalisme telah memenangkan secara total persaingannya dengan sistem komunisme. Dengan demikian, dari persepsi simplisistik semacam ini, Indonesia pun dianggap perlu berkiblat kepada kapitalisme Barat dengan sistem pasar-bebasnya dan meninggalkan saja sistem ekonomi Indonesia yang “sosialistik” itu.

Kesimpulan tentang menangnya sistem kapitalisme dalam percaturan dunia ini ternyata secara populer telah pula “mengglobal”. Sementara pemikir strukturalis masih memberikan peluang terhadap pemikiran obyektif yang lebih mendalam, dengan membedakan antara runtuhnya negara-negara komunis itu secara politis dengan lemahnya (atau kelirunya) sistem sosialisme dalam prakteknya.

Dengan demikian hendaknya kita tidak terpaku pada fenomena global tentang kapitalisme vs komunisme seperti dikemukakan di atas. Kita harus mampu mengemukakan dan melaksanakan sistem ekonomi Indonesia sesuai dengan cita-cita kemerdekaan Indonesia, yaitu untuk mencapai kesejahteraan sosial dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa mengabaikan hak dan tanggung jawab global kita.
Globalisasi dengan “pasar bebas”nya memang berperangai kapitalisme dalam ujud barunya. Makalah ini tidak dimaksudkan untuk secara khusus mengemukakan tentang hal-hal mengapa globalisasi perlu kita waspadai namun perlu dicatat bahwa globalisasi terbukti telah menumbuhkan inequality yang makin parah, melahirkan “the winner-take-all society” (adigang, adigung, aji mumpung), disempowerment dan impoversishment terhadap si lemah. Tentu tergantung kita, bagaimana memerankan diri sebagai subyek (bukan obyek) dalam ikut membentuk ujud globalisasi. Kepentingan nasional harus tetap kita utamakan tanpa mengabaikan tanggungjawab global. Yang kita tuju adalah pembangunan Indonesia, bukan sekedar pembangunan di Indonesia.




II.SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA


SEJARAH PERKEMBANGAN
•1950-1959: SISTEM EKONOMI LIBERAL
(MASA DEMOKRASI LIBERAL)

•1959-1966: SISTEM EKONOMI ETATISME
(MASA DEMOKRASI TERPIMPIN)

•1966-1998: SISTEM EKONOMI PANCASILA
(DEMOKRASI EKONOMI)

• 1998-SEKARANG: SISTEM EKONOMI
PANCASILA (DEMOKRASI EKONOMI) YANG
DALAM PRAKTEKNYA CENDERUNG LIBERAL

SISTEM EKONOMI LIBERAL KAPITALIS






1. Pengertian.

Sistem ekonomi liberal kapitalis adalah sitem ekonomi yang aset-aset produktif dan faktor-faktor produksinya sebagian besar dimiliki oleh sektor individu/swasta. Sementara tujuan utama kegiatan produksi adalah menjual untuk memperoleh laba.
Sistem perekonomian/tata ekonomi liberal kapitalis merupakan sistem perekonomian yang memberikan kebebasan kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi barang, menjual barang, menyalurkan barang dan lain sebagainya.
Dalam perekonomian liberal kapitalis setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar- besarnya dan bebas melakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan bebas.

2. Ciri-ciri.

Ciri-ciri dari sistem ekonomi liberal kapitalis antara lain :

a. Masyarakat diberi kebebasan dalam memiliki sumber-sumber produksi.
b. Pemerintah tidak ikut campur tangan secara langsung dalam kegiatan ekonomi.
c. Masyarakat terbagi menjadi dua golongan, yaitu golongan pemilik sumber daya produksi dan masyarakat pekerja (buruh).
d. Timbul persaingan dalam masyarakat, terutama dalam mencari keuntungan.
e. Kegiatan selalu mempertimbangkan keadaan pasar.
f. Pasar merupakan dasar setiap tindakan ekonom.
g. Biasanya barang-barang produksi yang dihasilkan bermutu tinggi.

3. Keuntungan dan Kelemahan.

Sistem ekonomi liberal kapitalis selain memilki keuntungan juga mempunyai kelemahan, antara lain :

a. Keuntungan :
1) Menumbuhkan inisiatif dan kerasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi, karena masyarakat tidak perlu lagi menunggu perintah dari pemerintah.
2) Setiap individu bebas memiliki untuk sumber-sumber daya produksi, yang nantinya akan mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian.
3) Timbul persaingan semangat untuk maju dari masyarakat.
4) Mengahsilkan barang-barang bermutu tinggi, karena adanya persaingan semangat antar masyarakat.
5) Efisiensi dan efektifitas tinggi, karena setiap tindakan ekonomi didasarkan motif mencari keuntungan.

b. Kelemahan :
1) Terjadinya persaingan bebas yang tidak sehat.
2) Masyarakat yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin.
3) Banyak terjadinya monopoli masyarakat.
4) Banyak terjadinya gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi sumber daya oleh individu.
5) Pemerataan pendapatan sulit dilakukan, karena persaingan bebas tersebut.

4. Institusi-institusi dalam Ekonomi Liberal Kapitalis.

Ada lima institusi pokok yang membangun sitem ekonomi liberal kapitalis, yakni :

a. Hak kepemilikan.
Sebagian besar hak kepemilikan dalam sistem ekonomi liberal kapitalis adalah hak kepemilikan swasta/individu (private/individual property), sehingga individu dalam masyarakat liberal kapitalis lebih terpacu untuk produktif.

b. Keuntungan.
Keuntungan (profit) selain memuaskan nafsu untuk menimbun kekayaan produktif, juga merupakan bagian dari ekspresi diri, karena itu keuntungan dipercaya dapat memotivasi manusia untuk bekerja keras dan produktif.

c. Konsumerisme.
Konsumerisme sering diidentikkan dengan hedonisme yaitu falsafah hidup yang mengajarkan untuk mencapai kepuasan sebesar-besarnya selama hidup di dunia. Tetapi dalam arti positif, konsumerisme adalah gaya hidup yang sangat menekankan pentingnya kualitas barang dan jasa yang digunakan. Sebab tujuan akhir dari penggunaan barang dan jasa adalah meningkatkan nilai kegunaan (utilitas) kehidupan. Sehingga masyarakat liberal kapitalis terkenal sebagai penghasil barang dan jasa yang berkualitas.

d. Kompetisi.
Melalui kompetisi akan tersaring individu-individu atau perusahaan-perusahaan yang mampu bekerja efisien. Efisiensi ini akan menguntungkan produsen maupun konsumen, atau baik yang membutuhkan (demander) maupun yang menawarkan (supplier).

e. Harga.
Harga merupakan indikator kelangkaan, jika barang dan jasa semakin mahal berarti barang dan jasa tersebut semakin langka. Bagi produsen, gejala naiknya harga merupakan sinyal untuk menambah produksi agar keuntungan meningkat.

5. Sejarah dan Perkembangan.

Sistem ekonomi liberal kapitalis lebih bersifat memberikan kebabasan kepada individu/swasta dalam menguasai sumber daya yang bermuara pada kepentingan masing-masing individu untuk mendapatkan keuntungan pribadi sebesar-besarnya. Hal tersebut tidak terlepas dari berkembangnya paham individualisme dan rasionalisme pada zaman kelahiran kembali kebudayaan Eropa (renaisance) pada sekitar abad pertengahan (abad ke-XVI). Yang dimaksud dengan kelahiran kembali kebudayaan Eropa adalah pertemuan kembali dengan filsafat Yunani yang dianggap sebagai sumber ilmu pengetahuan modern setelah berlangsungnya Perang Salib pada abad XII – XV. Cepat diterimanya kebudayaan Yunani oleh ilmuwan Eropa tidak terlepas dari suasana masa itu, dimana Gereja mempunyai kekuasaan yang dominan sehingga berhak memutuskan sesuatu itu benar atau salah. Hal tersebut mendorong para ilmuwan untuk mencari alternatif diluar Gereja. Dalam hal ini filsafat Yunani yang mengajarkan bahwa rasio merupakan otoritas tertinggi dalam menentukan kebenaran, sangat cocok dengan kebutuhan ilmuwan Eropa waktu itu.
Pengaruh gerakan reformasi terus bergulir, sehingga mendorong munculnya gerakan pencerahan (enlightenment) yang mencakup pembaruan ilmu pengetahuan, termasuk perbaikan ekonomi yang dimulai sekitar abad XVII-XVIII. Salah satu hasilnya adalah masyarakat liberal kapitalis.
Namun gerakan pencerahan tersebut juga membawa dampak negatif. Munculnya semangat liberal kapitalis membawa dampak negatif yang mencapai puncaknya pada abad ke-XIX, antara lain eksploitasi buruh, dan penguasaan kekuatan ekonomi oleh individu. Kondisi ini yang mendorong dilakukannya koreksi lanjutan terhadap sistem politik dan ekonomi, misalnya pembagian kekuasaan, diberlakukannya undang-undang anti monopoli, dan hak buruh untuk mendapatkan tunjangan dan mendirikan serikat buruh.

a. Sistem liberal kapitalis awal/klasik.
Sistem ekonomi liberal kapitalis klasik berlangsung sekitar abad ke-XVII sampai menjelang abad ke-XX, dimana individu/swasta mempunyai kebebasan penguasaan sumber daya maupun pengusaan ekonomi dengan tanpa adanya campur tangan pemerintah untuk mencapai kepentingan individu tersebut, sehingga mengakibatkan munculnya berbagai ekses negatif diantaranya eksploitasi buruh dan penguasaan kekuatan ekonomi. Untuk masa sekarang, sitem liberal kapitalis awal/klasik telah ditinggalkan.

b. Sistem liberal kapitalis modern.
Sistem ekonomi liberal kapitalis modern adalah sistem ekonomi liberal kapitalis yang telah disempurnakan. Beberapa unsur penyempurnaan yang paling mencolok adalah diterimanya peran pemerintah dalam pengelolaan perekonomian. Pentingnya peranan pemerintah dalam hal ini adalah sebagai pengawas jalannya perekonomian. Selain itu, kebebasan individu juga dibatasi melalui pemberlakuan berbagai peraturan, diantaranya undang-undang anti monopoli (Antitrust Law). Nasib pekerja juga sudah mulai diperhatikan dengan diberlakukannya peraturan-peraturan yang melindungi hak asasi buruh sebagai manusia. Serikat buruh juga diijinkan berdiri dan memperjuangkan nasib para pekerja. Dalam sistem liberal kapilalis modern tidak semua aset produktif boleh dimiliki individu terutama yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat banyak, pembatasannya dilakukan berdasarkan undang-undang atau peraturan-peraturan. Untuk menghindari perbedaan kepemilikan yang mencolok, maka diberlakukan pajak progresif misalnya pajak barang mewah.
Negara-negara yang menganut sistem ekonomi liberal kapitalis modern antara lain :
1) Di benua Amerika, antara lain Amerika Serikat, Argentina, Bolivia, Brasil, Chili, Kuba, Kolombia, Ekuador, Kanada, Maksiko, Paraguay, Peru dan Venezuela.
2) Di benua Eropa, sebagian besar menganut sistem ini antara lain Austria, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Cekoslovakia, Denmark, Prancis, Jerman, Yunani, Italia, Belanda, Polandia, Portugal, Spanyol, Swedia, Inggris.
3) Di benua Asia, antara lain India, Iran, Israel, Jepang, Korea Selatan, Filipina, Taiwan, Thailand, Turki, Malaysia, Singapura.
4) Kepulauan Oceania, antara lain Australia dan Selandia Baru.
5) Di benua Afrika, sistem ekonomi ini terbilang masih baru. Negara yang menganut antara lain Mesir, Senegal, Afrika Selatan.


SISTEM EKONOMI SOSIALIS (ETATISME) :
SISTEM EKONOMI YANG SELURUH KEGIATAN EKONOMINYA DIRENCANAKAN, DILAKSANAKAN, DAN DIAWASI OLEH PEMERINTAH SECARA TERPUSAT
CIRI-CIRI:
•ALAT-ALAT DAN FAKTOR
PRODUKSI DIKUASAI NEGARA

•KEGIATAN EKONOMI
SEPENUHNYA DIATUR NEGARA

•HARGA BARANG/JASA
DITENTUKAN PEMERINTAH


•HAK MILIK PERORANGAN TIDAK
DIAKUI
MISAL: KUBA, KOREA, EROPA TIMUR, RRC
Sistem Ekonomi Pancasila

Sistem Ekonomi Pancasila memiliki empat ciri yang menonjol, yaitu :
1. Yang menguasai hajat hidup orang banyak adalah negara / pemerintah. Contoh hajad hidup orang banyak yakni seperti air, bahan bakar minyak / BBM, pertambangan / hasil bumi, dan lain sebagainya.
2. Peran negara adalah penting namun tidak dominan, dan begitu juga dengan peranan pihak swasta yang posisinya penting namun tidak mendominasi. Sehingga tidak terjadi kondisi sistem ekonomi liberal maupun sistem ekonomi komando. Kedua pihak yakni pemerintah dan swasta hidup beriringan, berdampingan secara damai dan saling mendukung.
3. Masyarakat adalah bagian yang penting di mana kegiatan produksi dilakukan oleh semua untuk semua serta dipimpin dan diawasi oleh anggota masyarakat.
4. Modal atau pun buruh tidak mendominasi perekonomian karena didasari atas asas kekeluargaan antar sesama manusia.
Tambahan :
Dalam sistem ekonomi pancasila perekonomian liberal maupun komando harus dijauhkan karena terbukti hanya menyengsarakan kaum yang lemah serta mematikan kreatifitas yang potensial. Persaingan usaha pun harus selalu terus-menerus diawasi pemerintah agar tidak merugikan pihak-pihak yang berkaitan.


III.KESIMPULAN

Sistem ekonomi Indonesia adalah sistem ekonomi yang berorientasi kepada Ketuhanan Yang Maha Esa (berlakunya etik dan moral agama, bukan materialisme); Kemanusiaan yang adil dan beradab (tidak mengenal pemerasan atau eksploitasi); Persatuan Indonesia (berlakunya kebersamaan, asas kekeluargaan, sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi dalam ekonomi); Kerakyatan (mengutamakan kehidupan ekonomi rakyuat dan hajat hidup orang banyak); serta Keadilan Sosial (persamaan/emansipasi, kemakmuran masyarakat yang utama – bukan kemakmuran orang-seorang).

Dari butir-butir di atas, keadilan menjadi sangat utama di dalam sistem ekonomi Indonesia. Keadilan merupakan titik-tolak, proses dan tujuan sekaligus.

Pasal 33 UUD 1945 adalah pasal utama bertumpunya sistem ekonomi Indonesia yang berdasar Pancasila, dengan kelengkapannya, yaitu Pasal-pasal 18, 23, 27 (ayat 2) dan 34.

Berdasarkan TAP MPRS XXIII/1966, ditetapkanlah butir-butir Demokrasi Ekonomi (kemudian menjadi ketentuan dalam GBHN 1973, 1978, 1983, 1988), yang meliputi penegasan berlakunya Pasal-Pasal 33, 34, 27 (ayat 2), 23 dan butir-butir yang berasal dari Pasal-Pasal UUDS tentang hak milik yuang berfungsi sosial dan kebebasan memilih jenis pekerjaan. Dalam GBHN 1993 butir-butir Demokrasi Ekonomi ditambah dengan unsur Pasal 18 UUD 1945. Dalam GBHN 1998 dan GBHN 1999, butir-butir Demokrasi Ekonomi tidak disebut lagi dan diperkirakan “dikembalikan” ke dalam Pasal-Pasal asli UUD 1945.

Landasan normatif-imperatif ini mengandung tuntunan etik dan moral luhur, yang menempatkan rakyat pada posisi mulianya, rakyat sebagai pemegang kedaulatan, rakyat sebagai ummat yang dimuliakan Tuhan, yang hidup dalam persaudaraan satu sama lain, saling tolong-menolong dan bergotong-royong.

Minggu, 19 Desember 2010

Gangguan kejiwaan kleptomania

Kleptomania adalah dorongan tak tertahankan untuk mencuri sesuatu yang kadang bagi si penderita tidak benar-benar dibutuhkan. Kleptomania adalah gangguan kesehatan mental yang serius.

Beberapa bukti penelitian menunjukkan bahwa kleptomania berkaitan dengan masalah kimia alami otak (neurotransmiter) yang disebut serotonin. Serotonin berfungsi membantu mengatur suasana hati dan emosi seseorang.

Ada juga beberapa bukti bahwa kleptomania berhubungan dengan gangguan adiktif atau obsesif-kompulsif.

Gejala kleptomania mencakup :

* Dorongan yang kuat dan mendesak untuk mencuri item yang tidak perlu
* Bagi si penderita adrenalinnya terpacu saat melakukan pencurian.
* Penderita merasa nikmat atau puas saat mencuri
* Merasa bersalah atau malu setelah mencuri


Perawatan

Perawatan kleptomania biasanya melibatkan obat-obatan dan psikoterapi. Namun, tidak ada perawatan standar untuk kleptomania, peneliti medis masih mencari pengobatan terbaik untuk gangguan.

Hanya saja fakta menunjukkan banyak penderita kleptomania merahasiakan kelainan mereka, malu karena mereka takut untuk dirawat.

Jakarta di Masa yang akan datang

Jakarta di Masa yang akan datang

Dalam tulisan ini saya akan membahas kota jakarta pada masa yang akan datang.banyak hal tak terduga yang akan di alami oleh ibukota tercinta kita ini.mulai ndari perubahan fisik daerah,kepadatan penduduk,kontur tanah,dan berbagai perilaku masyarakatnya.

Jakarta,sebagai urat nadi indonesia,sebagai pusat pemerintahan,juga sebagai salah satu tujuan wisata para turis mancanegara selain bali.sebagai kota metropolitan,banyak masyarakat mengadu nasib ke kota jakarta.akibat kurangnya pendidikan dan skill,banyak dari mereka yang tidak mendapatkan impian nya di jakarta sehingga membuat tingginya pengangguran di kota ini.sangat di sayangkan,melihat sebuah ibukota besar seperti jakarta ini dicemari oleh banyak nya pengangguran,gelandangan,dll.

Pagi menjelang,dan pemandangan pagi hari di jakarta tidak seindah yang dibayangkan.kendaraan kendaraan bermotor lalu lalang melintas,kemacetan pun tak terhindarkan.di sejumlah jalan jalan protokol pun padat merayap.inilah yang menjadi masalah turun menurun kota jakarta.melihat luas daerah nya yang tidak sebanding dengan pertumbuhan penduduk dan kendaraan yang melampaui batas.

Kalau berbicara mengenai persoalan yang dialami di Jakarta, kita perlu melihatnya dari berbagai aspek. Dari segi
lingkungan, sebagian besar kehidupan di Jakarta memiliki lingkungan hidup yang buruk. Itu terbukti dari banyaknya
pemukiman kumuh di titik-titik tertentu, sampah yang menyumbat sungai sehingga menyebabkan banjir dan penyebaran
penyakit, kepadatan yang sangat tinggi di beberapa pemukiman kumuh yang rawan kebakaran, hingga persoalan polusi
udara yang diakibatkan oleh kendaraan bermotor.menurut sumber dari PBB,jakarta menempati urutan ketiga di dunia sebagai kota terpolusi di dunia.alangkah ironisnya mendengar berita ini.

Belum lagi tingkat kejahatan kriminal yang melanda ibukota ini,kesenjangan masyarakatmenjadi salah satu penyebabg banyak nya kasus pembunuhan dan pencurian yang terjadi.belum lagi masalah seks bebas dan tempat-tempat prostitusi yang merajalela.sungguh sangat mencemarkan kota tercinta kita ini.

Berbicara tentang kebanggaan kota ini,banyak sekali yang kita ketahui.yaitu monas,kota tua,yaitu bangunan bangunan bersejarah di zaman kompeni,Ancol,museum maritim,museum satria mandala,museum keramik,dll.
Suatu kebanggaan tersendiri akan kota jakarta,yang patut kita jaga kelestariannya.beragam suku bangsa ada dikota ini.suku jawa,sunda,betawi asli,batak,aceh,minangkabau,bugis,bali,lombok,papua dan masih banyak banyak lagi.para penduduk asing pun tak kalah meramaikan kota jakarta,orang-orang keturunan,eropa,amerika,australia,china,arab,banyak tinggal dikota ini untuk sekedarmenuntut ilmu atau mengelola suatu perusahaan atau bahkan yang pertama kali tujuannnya hanya untuk berwisata menjadi penduduk tetap karena kecintaan nya akan kota ini,

kota jakarta..mungkin dalam beberapa tahun kedepan menjadi kota yang lebih baik lagi.banyak harapan akan warga sekitar untuk kota tercinta ini,pembangunan mono rail yang sedang dicanangkan pemerintah menjadi kenyataan pada akhirnya.terbebas dari kemacetan,menjadi kota yang maju akan teknologi,rakyat-rakyat kecil pun ikut bangkit dan anak-anak pun besekolah sebagaimana seharusnya.Sungai Ciliwung,sudah tak kotor lagi. Sejak plastik dilarang dan
pengelolaan sampah diketatkan, tak ada orang yang membuang sampah ke sungai lagi. Selain itu, orang-orang yang
tinggal di bantaran Ciliwung pun dipulangkan ke desa mereka dan diberi sepetak sawah untuk dikembangkan. Dan yang paling penting sudah tak pernah ada banjir lagi!pemerintah akan berhasil menciptakan sebuah sistem pengairan baru dan ternyata itu efektif untuk Jakarta.

Pengendalian pertumbuhan kendaraan pun dualankan,jakarta terbebas polusi.dan masyarakat pun hidup tenang dan damai.inilah sejumlah harapan saya untuk kota kita tercinta DKI JAKARTA.

Bisnis Internasional

Bisnis Internasional

I. Hakikat Bisnis International.

Hakikat bisnis internasional.  Bisnis internasional merupakan kegiatan bisnis yang dilakukan melewati batas – batas suatu Negara. Transaksi bisnis seperti ini merupakan transaksi bisnis internasional  yang sering disebut sebagai Bisnis Internasional (International Trade) ada juga yang menybutnya sebagai Pemasaran Internasional atau International Marketing.
Alasan suatu negara melaksanakan bisnis internasional karena sebenarnya tidak ada satu Negara pun didunia yang dapat mencukupi seluruh kebutuhan negerinya dari barang-barang atau produk yang dihasilkan oleh Negara itu sendiri. Tidak ada suatu Negara pun yang dapat memenuhi 100% swasembada. Hal ini disebabkan karena terjadinya penyebaran yang tidak merata dari sumber daya baik dari sumber daya alam modal maupun sumber daya manusia.
Tahap – tahap dalam melaksanakan bisnis internasional  :
1. Ekspor Insidentil
2. Ekspor Aktif
3. Penjualan Lisensi
4. Franchising
5. Pemasaran di Luar Negeri
6. Produksi dan Pemasaran di Luar Negeri

Hambatan dalam melaksanakan perdagangan internasional
-          Perbedaan sosial dan budaya antar negara
-          Perbedaan ekonomi
-          Perbedaan hukum dan politik
Karena bisnis ini di jalankan secara international, jadi kita pasti akan mengenal Perusahaan Multinasional. Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang merancang, memproduksi, dan memasarkan produk-produk di banyak negara, contoh : ExxonMobil, Nestle, IBM, Ford dll. Produk dari perusahaan multinasional lebih menguasai pasar, karena produk mereka mempengaruhi kehidupan ratusan juta konsumen, pesaing, investor, dan bahkan para pemrotes.
II. Alasan Melaksanakan Bisnis International.
seseorang melaksanakan bisnis internatioanal karena beberapa alasan tertentu. karena usahanya ingin lebih maju, karena ingn mendapatkan keuntungan yang lebih besar, karena persaiangan di International lebih menguntungkan, agar usahanya dapat di lihat di mata dunia, agar lebih mengetahui di mana kekurangan usahanya, dan lain-lain.
III. Tahab-Tahab Dalam Memasukan Bisnis International.
Latar belakang
Sebuah cara masuk ke pasar internasional adalah saluran yang mempekerjakan organisasi Anda untuk mendapatkan masuk ke pasar internasional yang baru. Pelajaran ini mempertimbangkan sejumlah alternatif kunci, tetapi mengakui bahwa alteratives banyak dan beragam. Di sini Anda akan mempertimbangkan cara-cara masuk ke pasar internasional seperti Internet, Mengekspor, Perizinan, Agen Internasional, International Distributor, Aliansi Strategis, Joint Ventures, Luar Negeri Industri dan Penjualan Anak Internasional kita. Akhirnya mempertimbangkan Tahapan Internasionalisasi.
Perlu dicatat bahwa tidak semua otoritas pada pemasaran internasional sepakat untuk modus yang masuk duduk di mana. Sebagai contoh, beberapa melihat waralaba sebagai modus berdiri sendiri, sedangkan yang lain melihatwaralaba sebagai bagian dari lisensi. Pada kenyataannya, titik paling penting adalah bahwa Anda mempertimbangkan semua mode berguna untuk memasuki pasar internasional - lebih dan di atas yang merpati-lubang itu cocok menjadi. Jika ragu, selalu memperjelas tampilan pilihan tutor Anda.
INTERNET
Internet adalah saluran baru untuk beberapa organisasi dan saluran tunggal untuk sejumlah besar organisasi baru yang inovatif. Ruang marketing terdiri dari perusahaan-perusahaan Internet baru yang muncul sebagai Internet telah berkembang, serta perusahaan-perusahaan yang sudah ada sebelumnya yang sekarang menggunakan pendekatan marketing sebagai bagian dari rencana pemasaran mereka secara keseluruhan. Untuk beberapa perusahaan Internet adalah saluran tambahan yang meningkatkan atau mengganti saluran tradisional mereka (s).Bagi orang lain Internet telah memberikan kesempatan untuk sebuah perusahaan online baru. Lebih lanjut
MENGEKSPOR
Ada pendekatan langsung dan tidak langsung untuk mengekspor ke negara-negara lain. Langsung mengekspor secara langsung. Pada dasarnya organisasi membuat komitmen untuk pasar luar negeri atas nama sendiri. Hal ini memberikan kontrol yang lebih besar itu merek dan operasi di luar negeri, di atas di atas tidak langsung mengekspor. Di sisi lain, jika Anda menggunakan sebuah lembaga negara asal (yaitu sebuah perusahaan ekspor dari negara Anda - yang menangani ekspor atas nama Anda) untuk mendapatkan produk Anda ke pasar luar negeri maka Anda akan mengekspor secara tidak langsung. Contoh langsung ekspor meliputi:
PERIZINAN
Perizinan termasuk waralaba, kontrak Turnkey dan manufaktur kontrak.
INTERNASIONAL AGEN DAN DISTRIBUTOR INTERNASIONAL
Agen seringkali merupakan langkah awal dalam pemasaran internasional. Sederhananya, agen adalah individu atau organisasi yang dikontrak dengan bisnis Anda, dan pasar atas nama Anda di negara tertentu. Mereka jarang mengambil kepemilikan produk, dan lebih sering mengambil komisi barang yang dijual. Agen biasanya mewakili lebih dari satu organisasi. Agen adalah biaya-rendah, namun pilihan rendah kontrol. Jika Anda berniat untuk mengglobal, pastikan bahwa kontrak Anda memungkinkan Anda untuk mendapatkan kembali kontrol langsung dari produk. Tentu saja Anda perlu menetapkan target karena Anda tidak pernah mengetahui tingkat komitmen agen Anda. Agen mungkin juga merupakan pesaing Anda - maka waspadalah konflik kepentingan. Mereka cenderung menjadi mahal untuk merekrut, mempertahankan dan kereta api. Distributor mirip dengan agen, dengan perbedaan utama yang distributor mengambil kepemilikan barang. Karena itu mereka memiliki insentif untuk produk-produk pasar dan untuk mendapatkan keuntungan dari mereka. Jika pro dan kontra yang mirip dengan agen internasional.
ALIANSI STRATEGIS (SA)
aliansi strategis adalah istilah yang menggambarkan seluruh rangkaian hubungan yang berbeda antara perusahaan bahwa pasar internasional. Kadang-kadang hubungan adalah antara pesaing. Ada banyak contoh termasuk:
Pada dasarnya, Aliansi Strategis non-ekuitas perjanjian sesuai perusahaan yaitu tetap independen dan terpisah.
JOINT VENTURES (JV)
Joint Ventures cenderung berbasis ekuitas yaitu sebuah perusahaan baru sudah diatur dengan pihak yang memiliki proporsi dari bisnis baru. Ada banyak alasan mengapa perusahaan mengatur Joint Ventures untuk membantu mereka untuk memasuki pasar internasional baru:
OVERSEAS INDUSTRI ATAU PENJUALAN ANAK INTERNASIONAL
Sebuah bisnis dapat memutuskan bahwa tidak ada pilihan lain adalah sebagai layak sebagai benar-benar memiliki sebuah pabrik di luar negeri yaitu organisasi manufaktur berinvestasi di pabrik, mesin dan tenaga kerja dalam pasar luar negeri. Hal ini juga dikenal sebagai Foreign Direct Investment (FDI). Ini bisa menjadi baru-membangun, atau perusahaan mungkin memperoleh bisnis saat ini yang memiliki pabrik dll cocok Tentu saja Anda bisa merakit produk di pabrik baru, dan hanya ekspor komponen dari pasar dalam negeri (atau negara lain). Manfaat utama adalah bahwa bisnis Anda menjadi lokal - Anda manufaktur untuk pelanggan di pasar di mana Anda trading. Anda juga akan mendapatkan pengetahuan pasar lokal dan mampu menyesuaikan produk dan layanan dengan kebutuhan konsumen lokal. The downside adalah bahwa Anda mengambil risiko yang berkaitan dengan pasar domestik lokal. Sebuah Penjualan Anak Internasional akan sama, mengurangi unsur risiko, dan memiliki manfaat kunci yang sama tentu saja. Namun, bertindak lebih seperti distributor yang dimiliki oleh perusahaan Anda sendiri.
INTERNASIONALISASI TAHAPAN
Jadi, memiliki dianggap sebagai mode kunci masuk ke pasar internasional, kami menyimpulkan dengan mempertimbangkan Tahapan Internasionalisasi. Beberapa perusahaan tidak akan pernah perdagangan luar negeri dan begitu juga tidak melalui tahap tunggal. Lain akan mulai pada tahap akhir nanti atau bahkan. Tentu saja beberapa akan melalui setiap tahap sebagai dirangkum sekarang:

VI. Hambatan Dalam Memasuki Bisnis International.

Dalam ekonomi dan sebagian besar terutama dalam teori persaingan , hambatan masuk hambatan di jalur dari sebuah perusahaan yang membuat sulit untuk memasukkan diberikan pasar .
Hambatan untuk masuk melindungi perusahaan incumbent dari kompetisi dari pendatang baru.
Hambatan ke entri adalah sumber kekuatan harga sebuah perusahaan - kemampuan perusahaan untuk menaikkan harga tanpa kehilangan semua pelanggannya.
Istilah ini mengacu pada rintangan bahwa seorang individu mungkin menghadapi ketika mencoba untuk bisa masuk kedalam suatu profesi atau perdagangan . Hal ini juga, lebih umum, mengacu pada hambatan bahwa suatu perusahaan (atau bahkan sebuah negara ) yang mungkin dihadapi ketika mencoba untuk memasuki pasar , industri atau pengelompokan perdagangan. Hambatan untuk masuk membatasikompetisi di pasar.
Hambatan untuk masuk ke pasar untuk perusahaan meliputi:
§  Periklanan - Masa perusahaan dapat berusaha untuk menyulitkan pesaing baru dengan menghabiskan banyak pada iklan bahwa perusahaan baru akan menemukan lebih sulit untuk mampu. Ini dikenal sebagai teori kekuatan pasar iklan. Di sini, 'perusahaan menggunakan mapan iklan menciptakan perbedaan persepsi konsumen pada merek dari merek lain untuk gelar yang konsumen melihat merek sebagai produk yang berbeda sedikit.  Karena merek dipandang sebagai produk yang berbeda sedikit, atau potensial produk dari pesaing yang ada tidak bisa sempurna diganti di tempat didirikan's perusahaan merek. Hal ini membuat sulit bagi pesaing baru untuk mendapatkan penerimaan konsumen
§  Modal - membutuhkan modal untuk memulai seperti peralatan, bangunan, dan bahan baku
§  Pengendalian sumber daya - Jika sebuah perusahaan tunggal memiliki kendali dari sumber daya penting bagi industri tertentu, maka perusahaan lain tidak mampu bersaing dalam industri.
§  Biaya keuntungan independen skala - Proprietary teknologi, know-how, akses menguntungkan untuk bahan baku, lokasi geografis yang menguntungkan, pembelajaran keuntungan biaya kurva.
§  Loyalitas pelanggan - incumbent perusahaan besar mungkin ada pelanggan setia kepada produk yang ditetapkan. Kehadiran merek yang kuat didirikan dalam pasar dapat menjadi penghalang untuk masuk dalam kasus ini.
§  Distributor perjanjian - perjanjian Eksklusif dengan distributor kunci atau pengecer dapat membuat sulit bagi produsen lain untuk memasuki industri.
§  Ekonomi skala - Besar, perusahaan yang berpengalaman umumnya dapat memproduksi barang dengan biaya lebih rendah dari yang kecil, perusahaan berpengalaman. Biaya keuntungan kadang-kadang dapat secara cepat dikembalikan oleh kemajuan teknologi. Sebagai contoh, pengembangan komputer pribadi telah memungkinkan perusahaan kecil untuk menggunakan database dan komunikasi teknologi yang dulunya sangat mahal dan hanya tersedia bagi perusahaan besar.
§  Peraturan Pemerintah - Ini dapat membuat entri lebih sulit atau tidak mungkin. Dalam kasus ekstrim, pemerintah mungkin membuat kompetisi ilegal dan membentuk undang-undang monopoli . Persyaratan untuk lisensi dan izin dapat meningkatkan investasi yang dibutuhkan untuk memasuki pasar, menciptakan penghalang yang efektif untuk masuk.
§  permintaan inelastis - Salah satu strategi untuk menembus pasar adalah untuk menjual dengan harga lebih rendah dari mapan. Hal ini tidak efektif dengan konsumen harga-insensitive.
§  Kekayaan intelektual - Potensi peserta membutuhkan akses ke teknologi produksi yang efisien sama sebagai monopoli kombatan dalam rangka memasuki pasar bebas. Paten memberikan perusahaan hak hukum untuk menghentikan perusahaan lain yang memproduksi produk untuk jangka waktu tertentu, dan membatasi masuk ke pasar. Paten dimaksudkan untuk mendorong penemuan danteknologi kemajuan dengan menawarkan insentif keuangan ini. Demikian pula, merek dagang dan servicemarks mungkin merupakan semacam entry barrier untuk produk atau jasa tertentu jika pasar didominasi oleh satu atau beberapa nama terkenal sedikit.
§  Investasi - Itu terutama di industri dengan skala ekonomi dan / atau monopoli alam .
§  efek Jaringan - Bila atau pelayanan yang baik memiliki nilai yang tergantung pada jumlah pelanggan yang sudah ada, maka pemain bersaing mungkin mengalami kesulitan dalam memasuki pasar dimana perusahaan yang didirikan telah menangkap basis pengguna yang signifikan.
§  Predator harga - Praktek sebuah perusahaan yang dominan menjual bingung untuk membuat persaingan lebih sulit bagi perusahaan-perusahaan baru yang tidak dapat menderita kerugian tersebut, sebagai perusahaan yang dominan besar dengan garis besar atau kas cadangan kredit dapat. Hal ini ilegal di kebanyakan tempat, namun, sulit untuk membuktikan Lihat. antitrust .
§  Membatasi praktik, seperti perjanjian angkutan udara yang membuat sulit bagi maskapai penerbangan baru untuk mendapatkan slot mendarat di beberapa bandara .
§  Penelitian dan pengembangan - Beberapa produk, seperti mikroprosesor , memerlukan investasi dimuka yang besar dalam teknologi yang akan menghalangi pendatang potensial.
§  Supplier perjanjian - perjanjian Eksklusif dengan link kunci dalam rantai pasokan dapat membuat sulit bagi produsen lain untuk memasuki suatu industri.
§  Biaya tenggelam - Sunk biaya tidak dapat dipulihkan jika perusahaan memutuskan untuk meninggalkan pasar. Tenggelam biaya sehingga meningkatkan resiko dan mencegah entri.
§  Switching hambatan - Kadang-kadang, mungkin sulit atau mahal bagi pelanggan untuk beralih provider
§  Integrasi vertikal - perusahaan cakupan A dari lebih dari satu tingkat produksi, sementara mengejar praktek yang mendukung operasi sendiri pada setiap tingkat, sering dikutip sebagai entry barrier

V. Perusahaan Multinasional.

Banyak ahli, sarjana, dan penulis memiliki berbagai didefinisikan perusahaan multinasional dari perspektif yang berbeda.Beberapa definisi yang cermat tertulis di bawah ini:
The Machines Riset (2004) memberikan empat definisi untuk perusahaan multinasional. Pertama, ia mendefinisikan MNC sebagai sebuah perusahaan yang memiliki fasilitas dan aset lainnya dalam setidaknya satu negara selain negara asal, atau yang, yang memiliki kantor dan / atau pabrik-pabrik di negara yang berbeda dan biasanya memiliki kantor pusat terpusat dimana mereka mengkoordinasikan global manajemen. Kedua, ia mendefinisikan perusahaan multinasional sebagai perusahaan bisnis dengan manufaktur, penjualan, atau anak perusahaan layanan dalam satu atau lebih negara asing, juga dikenal sebagai Transisi atau International Corporation (TNC atau INC).
Definisi ketiga diberikan oleh Research Mesin adalah bahwa yang melihat MNC sebagai perusahaan atau perusahaan yang beroperasi di beberapa negara, biasanya didefinisikan sebagai salah satu yang memiliki 25 persen atau lebih dari kapasitas produksi yang berada di luar negara asalnya. Definisi terakhir sebagai diberikan melihat MNC sebagai perusahaan atau perusahaan yang mengelola usaha produksi yang berlokasi di sedikitnya dua negara.
Semua definisi ini, seperti yang diberikan oleh Research Machines (2004) mengidentifikasi bahwa perusahaan multinasional beroperasi di luar negeri sendiri. Mesin penelitian gunanya definisi pertama keluar ke titik penting yang perusahaan multinasional juga mengakuisisi aset di negara-negara asing di mana mereka beroperasi dan mungkin kantor sendiri / pabrik untuk memudahkan pencapaian sasaran. Ini berarti bahwa mereka lebih suka untuk memanfaatkan sumber daya yang tersedia dari negara tuan rumah. Demikian juga, menambahkan bahwa perusahaan multinasional memiliki tempat yang biasanya markas global juga dimasukkan ke dalam tempatnya. Ini berarti bahwa laporan keuangan, penjualan, pembelian, pemasaran, dll terkoordinasi dengan baik dan dicatat di kantor pusat.
Penelitian Mesin 'definisi poin kedua ke jalur penting tentang MNC menyatakan bahwa layanan mereka tidak terbatas untuk manufaktur saja, tetapi juga meliputi penjualan dan mengingatkan pelayanan melalui penjualan dan anak perusahaan layanan. Definisi ketiga Riset Mesin 'pergi lebih lanjut untuk mengalokasikan persentase output perusahaan multinasional. Ia menyatakan bahwa untuk perusahaan yang akan disebut multinasional, seharusnya mendapatkan output dari 25 persen diekspor ke negara lain. Apa yang bisa disimpulkan dari ini adalah bahwa perusahaan dapat beroperasi di luar negara asalnya, tetapi tidak dapat disebut sebagai MNC kecuali ia telah melepas 25 persen atau lebih dari output nya ke negara-negara luar.
The Encyclopedia of Management (2005) menempatkan perusahaan multinasional sebagai kepedulian bisnis dengan operasi di lebih dari satu negara. Operasi ini di luar negara asal perusahaan dapat dihubungkan ke induk dengan merger, beroperasi sebagai anak perusahaan atau memiliki otonomi perhatian. Menurut Drucker (1974), ATAS perusahaan multinasional tumbuh dari munculnya permintaan pasar dunia asli melampaui batas-batas nasional, budaya dan ideologis, karena ledakan informasi.
Iyayi, Agbonifoh dan Ehiametalor (1984) melihat perusahaan multinasional sebagai multi-manajemen dengan beberapa lapis pengambilan keputusan manajemen basis dari lokal ke regional hingga global. Dalam kata-kata Hodgetts dan Luthans (1997), perusahaan multinasional adalah perusahaan yang beroperasi di lebih dari satu negara, penjualan internasional, dan campuran kewarganegaraan dari manajer dan pemilik. Coventry (1981) dan Johansson (2000) memberikan definisi yang sama kepada perusahaan multinasional, sebagai perusahaan yang biasanya memiliki sejumlah situs produksi asing dan dengan demikian sejumlah pasar internasional.
Pergi dengan semua definisi tersebut dijelaskan di atas, dapat menegaskan bahwa mereka semua mengambil perusahaan multinasional dan didefinisikan dari perspektif struktural, fungsional dan geografis dan dari sudut ruang lingkup geografis tertutup.

Sumber :
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.marketingteacher.com/lesson-store/lesson-international-modes-of-entry.htm